Selasa, 10 Mei 2011

JEMBATAN BATAM-BINTAN Rp 2.7 TRILIUN

BATAM- Selain pembuatan jalan tol, BP Batam juga pernah merencanakan pembuatan jembatan yang menghubungkan Batam dengan pulau Bintan. Namun menurutnya hal ini belum dapat diwujudkan karena masalah penganggaran.
“Ada dua opsi yang bisa dipakai untuk pembuatan jembatan Batam-Bintan ini. Pertama mengacu pada aspek pembiayaan Suramadu. Model kedua diserahkan sepenuhnya ke swasta,” ujar Direktur Perencanaan Teknik BP Batam, Istono.
Jika menggunakan aspek pembiayaan seperti pembangunan jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura, maka pemerintah daerah harus memberikan sharing dana sebesar 20 persen dari total anggaran. Dengan rincian 5 persen dari Surabaya, 5 persen dari Madura, dan 10 persen dari pemerintah provinsinya. Sementara 80 persen lainnya diperoleh dari pemerintah pusat. “Kalau mengikuti model itu maka perlu melibatkan pemerintah daerah juga. Tapi kalau begitu akan sulit, tidak akan cukup. Opsi kedua ya diserahkan pada pihak swasta tapi dengan sistem seperti jalan tol,”akunya.
Berdasarkan penghitungan yang pernah dilakukan BP Batam, untuk membangun tiga jembatan sepanjang 6,9 kilometer perlu dana sebesar kurang lebih US$ 300 juta (Sekitar 2.7 Triliun). Ketiga jembatan tersebut menghubungkan Batam-Tanjung Sawo-Pulau Buau-Bintan.
“Kita mesti realistis. Kalau tidak bisa langsung dibuat satu jembatan, ya kita buat yang bersambung- sambung,” pungkasnya. (Laporan Kartika Kwartya, Editor: Dedy Suwadha / TribunNewsBatam)

Coastarina, Wisata Menarik di Pesisir Pantai Batam


COASTARINA yang terletak di Pasir Putih, Batam, Kepulauan Riau adalah tujuan wisata terbaru yang diresmikan pada awal 2009. Berbagai hal menarik bisa Anda temukan di sini.

Coastarina memiliki fasilitas lengkap bagi wisatawan. Selain wisata bahari, di sini juga tersedia beberapa jenis permainan anak-anak.

Berada di sini, Anda bisa melakukan berbagai olahraga air seperti berenang atau naik banana boat. Selain itu, Anda juga dapat mencoba berbagai macam permainan yang disediakan seperti bianglala.

Selepas bersenang-senang, Anda dapat mencoba berbagai jenis makanan laut yang tersedia di beberapa restoran dekat Coastarina. Bila Anda penggemar sea food, ini merupakan lokasi yang lengkap dengan pemandangan indah dan makanan lezat.

Jika tidak ingin repot dan mencari makanan yang praktis, Anda bisa menemukan berbagai jenis makanan cepat saji seperti, bebek peking, steak, dan pizza pada banyak restoran di sekitar Coastarina.

Coastarina merupakan daerah besar dengan pantai yang bersih. Panggung yang ada di sini juga kerap digunakan untuk acara besar tertentu seperti pertunjukkan musik atau untuk kegiatan lain yang menyedot banyak pengunjung.


Oiya, bila berada di Coastarina jangan lewatkan kesempatan untuk melihat matahari terbenam. Ditemani desiran angin laut yang lembut, sinar keemasan matahari akan terpantul indah di atas riak-riak air laut yang bergerak perlahan.

Bila hendak ke sini, Anda bisa naik pesawat menuju Bandara Internasional Hang Nadim di Batu Besar, Batam.

Dari bandara, perjalanan menuju Coastarina bisa dilanjutkan dengan menggunakan mobil yang hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Anda dapat naik taksi atau menyewa mobil dengan biaya Rp500 ribu per hari.(*/X-12)
sumber: mediaindonesia.com

batam bangun monorel & jalan tol

28 Feb 2011 Batam Bangun Monorail dan Jalan Tol   BATAM – Otorita Batam atau Badan Pengusahaan FTZ Batam berencana membangun sarana transportasi masal berupa kereta api cepat (Monorail) serta jalan tol dengan nilai investasi ditaksir 4 triliun rupiah guna menghindari kemacetan seiring pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.  Direktur Pembangunan Badan Pengusahaan FTZ (BP) Batam, Budiman Maskan mengatakan, berdasarkan Master Plan dari Departemen Perhubungan yang dibuat 2009 lalu, pihaknya telah melakukan studi kelayakan pembangunan sarana trasnportasi masal berupa kereta api.  “Dari hasil studi kelayakan maka alternative yang akan digunakan untuk membangun transportasi masal di batam yakni sistem light rail transit (LRT) berupa monorail karena lebih simple dan efesien,” katanya, Selasa (26/10).  Dari hasil studi kelayakan, maka alternatif yang akan dibangun uhntuk transportasi masal di Batam adalah monorail dengan dua jalur yakni Tanjunguncang-Batam Centre, sepanjang 17,7 kilometer dan Bandara Hang Nadim-Batuampar sepanjang 19,6 kilo meter.  BP Batam juga akan membangun jalan tol dengan rute Batuampar-Mukakuning-Bandara Hang Nadim sepanjang 24 kilo meter dengan dua jalur dan dua lajur.  Hasil studi kelayakan tentang pembangunan monorail dan jalan tol sudah diserahkan ke Menteri Perhubungan untuk disetujui, dan pembangunannya akan dimulai sekitar tahun 2013 hingga akhir 2015, lalu pada 2016 diperkirakan sudah bisa digunakan masyarakat.  Untuk membangun monorail dan jalan tol tersebut, kata Budiman dibutuhkan investasi sekitar 4 triliun rupiah dan dananya rencananya diperoleh dari pemerintah serta swasta.  Atasi Macet  Kepala Biro Perencanaan BP Batam, Istono mengatakan, pembangunan monorail dan jalan tol sebenarnya sudah direncanakan sejak era Habibie menjabat Ketua Otorita Batam. Itu dilakukan untuk mengatasi kemacetan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.  Pada saat ini saja, beberapa ruas jalan di Kota Batam seperti di Pelita, Muka Kuning, Bengkong dan Baloi sering terjadi kemacetan seperti Jakarta. Kondisi itu jika tidak diatasi sejak dini akan berpengaruh negatif terhadap citra Batam sebagai kota Industri dan dikuatirkan investor bisa merelokasi pabriknya dari Batam ke tempat lain. Pasalnya kemacetan bisa meningkatkan biaya produksi.  Kepala Bank Indonesia Batam dalam kajian ekonomi regional Provinsi Kepri, Elang Tripaptomo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri di kuartal dua tahun ini sebesar 7,43 persen dan dikuartal tiga diprediksi masih dikisaran 7 persen.  Tingginya pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri itu mayoritas dikontribusi dari kota Batam sebagai kota industri yang pertumbuhannya setiap tahun lebih dari 7,0 persen. Salah satu sektor yang ikut berkontribusi adalah sektor konsumsi seperti konsumsi otomotif. Penjualan sepeda motor dan mobil di Batam setiap bulannya mencapai ratusan unit.  Oleh karena itu, langkah BP Batam membangun jalan tol serta monorail untuk mengatasi kemacetan dinilai warga Batam tepat. Rusdi (36) seorang warga Batam mengatakan, jika rencana itu bisa diwujudkan maka bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi Batam, dan dalam jangka panjang ekonomi Batam bisa lebih cepat pembangunannya. (gus). SUMBER: GOOGLE Diposkan oleh andri q-you jam 03:42 0 komentar